Prospek Agribisnis 2017

Prospek Agribisnis 2017

“TIGA HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN dalam memprediksi prospek agribisnis Indonesia 2017, yakni ekonomi global mulai keluar dari kesulitan, Trump Effect, dan perhelatan Asian Games 2018 di Indonesia,” ungkap Prof. Dr. Ir. Bungaran Saragih, M.Ec., Menteri Pertanian periode 20002004, saat memberi pengantar seminar nasional AGRINA Agribusiness Outlook 2017. Tahun 20152016 sekalipun belum sampai puncaknya, negara-negara maju sudah mulai keluar dari kesulitan ekonomi. Sehingga pada 2017 dapat menjadi tahun inflection point (titik belok). Tandatanda kebangkitan kembali itu dapat dilihat dari naiknya harga berbagai komoditas seperti komoditas pertanian dan pertambangan. Memang kenaikannya belum besar sekali tetapi trennya sudah positif.

Dengan demikian komoditas pertanian dan pa ngan prospeknya secara makro dan global pada 2017 akan lebih baik dibandingkan 20152016. Belakangan ini kita lihat ada kejadian yang sangat penting, yaitu Trump Effect, menangnya Partai Republik terhadap Partai Demokrat di Amerika Serikat (AS). Pemikiran Trump sama sekali berbeda de ngan yang dipikirkan Partai Demokrat maupun partainya sendiri. Sama sekali baru itu bisa menjadi masalah tapi ju ga bisa menjadi opportunity. Trump Effect itu bagian dari perubahan yang terjadi secara global dalam sistem politik dunia. Trump Effect yang pa ling nyata berdampak kepada kita bahwa sekarang ada movement yang sudah tidak percaya pada free trade. Free tradehanya menguntungkan orang-orang, kelompokkelompok, atau negara-negara tertentu. Bahkan Trump menilai AS dirugikan dalam free trade. Terus terang saya sampai jungkir-balik memikirkan hal itu karena dalam pikiran saya AS yang di untungkan dengan free trade itu. Namun Trump menilai sebagian besar rakyat AS tidak menikmati free trade tersebut. Sebagai Menteri Pertanian, dulu saya kesulitan sekali menjelaskan kepada negosiator dari AS bahwa free trade itu merugikan kita dan kita memperjuangkan free but fair trade. Sekarang berubah sa ma sekali. Namun kata ahli, kita beruntung karena tidak banyak mengekspor ke AS. Yang jelas, Trump dalam kebijakan ekonominya akan mementingkan negerinya.

Hal itu akan menimbulkan kepercayaan atau prospek baru di AS sendiri. Dengan demikian investasi yang selama ini mengalir dari AS akan kembali ke AS dan berefek negatif pada pasar modal kita. Tandatandanya sudah mulai terlihat dengan menguatnya nilai tukar dolar AS terhadap rupiah. Buat banyak orang ini merupakan kesulitan tapi buat petani dan agribisnis kita ini adalah suatu kesem patan. Pertanian kita akan lebih mudah mengeks por dan impor akan lebih sulit masuk ke Indo nesia sehingga kesulitan mencegah impor tidak segawat pada 20152016. Memang ini tidaklah seseksi tahun 2000-an atau 1999 yang kala itu nilai tukar melonjak dari Rp2.500 ke Rp16.000 per dolar AS. Kini hanya dari Rp13.000 ke angka yang lebih tinggi tapi saya tidak tahu angka pastinya. Prospek lain buat pertanian pada 2017 adalah Indonesia akan menjadi tuan rumah Asian Games 2018. Dalam rangka menghadapi Asian Games 2018 pemerintah mengembangkan infrastruktur yang luar biasa besarnya. Karena itu pada 2017 akan ada inves tasi yang lebih besar baik dari pemerintah maupun dari luar pemerintah. Sekalipun tidak langsung ke pertanian, hal itu akan menciptakan permintaan dan pertumbuhan yang lebih besar terhadap produk per tanian dan infrastruktur akan lebih baik yang dapat dimanfaatkan oleh sistem dan usaha agribisnis.

Lantas jika seperti itu apa yang akan bertumbuh? Bukan beras yang akan tumbuh, tapi hortikultura dan produk peternakan. Olahragawan membutuhkan banyak produk hortikultura, daging, dan telur yang baik, sehat, dan segar. Susu dan gula juga meningkat konsumsinya tapi sayang harus dipenuhi dengan mengimpor. Sedangkan sawit permintaan du nianya akan meningkat karena devaluasi. Di sisi lain meningkatnya kurs dolar membuat harga minyak kedelai akan menjadi lebih mahal. Hal ini akan memperkuat lagi ekspor sawit dari Indonesia. Jadi pada 2017 sistem dan usaha agribisnis lebih ba ik daripada 2016, tetapi siapa yang akan bisa memanfaatkannya? The best way to predict the future, is to created it. We are going to be the one to create it